Jumat, 29 Juni 2012

kewirausahaan




Makalah : DALAM PIKIRAN KREATIF ORANG BERJIWA WIRAUSAHA : DARI IDE MENJADI KENYATAAN Written by Rensa Bunga    Thursday, 19 May 2011 04:25
Prinsip kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan IDE baru dan berguna.  Untuk apa kemampuan ini? Untuk dapat memecahkan masalah dan tantangan.
Berbagai cara wirausahawan menciptakan nilai :
· Menciptakan produk atau jasa baru.
· Mengembangkan teknologi baru.
· Menemukan pengetahuan baru dan cara untuk menyediakan berbagai cara untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa dengan lebih sedikit sumber daya.
· Memperbaiki produk atau jasa yang telah ada.

2.1 Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan
‘Rahasia’ kewirausahaan dapat menciptakan pasar ? Sesungguhnya tidak ada, tetapi terletak pada Penerapan kreativitas & inovasi untuk memecahkan masalah dan menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah & peluang. Kreativitas adalah Kemampuan mengembangkan ide baru & menemukan cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Inovasi adalah Kemampuan menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang.

Menurut Ted Levitt :
Kreativitas adalah Memikirkan hal-hal baru.
Inovasi  adalah Mengerjakan hal-hal baru.

Wirausahawan sukses dengan cara memikirkan dan mengerjakan hal-hal baru atau hal-hal lama dengan cara-cara baru. Wirausahawan yang sukses memiliki ide dan kemudian mencari cara agar ide tersebut sukses memecahkan masalah/memuaskan kebutuhan. Kreativitas & inovasi merupakan ‘Penentu’ dan menjadi inti keterampilan bisnis. Proses disiplin & sistematis dalam menerapkan kreativitas & inovasi terhadap kebutuhan & peluang di pasar menghasilkan kewirausahaan. Kewirausahaan yang sukses adalah proses konstan yang mengandalkan kreativitas, inovasi, dan penerapannya di pasar.

2.2 Kreativitas-Kebutuhan untuk Keberlangsungan Hidup
Kreativitas merupakan sumber mengembangkan keunggulan bersaing dan kebutuhan keberlangsungan hidup. Untuk dapat: Mengembangkan solusi kreatif seorang wirausahawan harus menjangkau lebih jauh. Menjadi mesin inovasi seorang wirausahawan harus mengubah perspektif. Salah satu hambatan yang paling besar adalah Paradigma (sebuah hambatan mental yang menghalangi kreativitas) yang artinya adalah Gagasan yang telah disusun mengenai dunia ini, seperti apa seharusnya & cara seharusnya beroperasi.
Wirausahawan sukses melewati batasan teknologi dan ekonomi.
2.3       Dapatkah Kreativitas diajarkan?
Kearifan Umum : Ada orang yang kreatif (imajinatif, berjiwa bebas, & berjiwa wirausaha) dan ada yang tidak (mengandalkan logika, berpikir sempit, serta kaku).
Penelitian :“Siapa saja dapat diajar berbagai teknik & perilaku yang dapat membantu mereka menghasilkan berbagai ide”
Namun masalah yang dihadapi penjelasan ini adalah:
· Di banyak organisasi, orang tidak pernah diajari-atau bahkan diharapkan-menjadi kreatif.
· Banyak bisnis yang gagal mengembangkan lingkungan yang mendorong kreativitas.
· Banyak orang tidak pernah menggali kreativitas, akhirnya perusahaan tidak berkembang .
Jadi, seperti apakah seharusnya seorang wirausahawan bertindak? Bukan hanya belajar berpikir kreatif, tetapi harus melakukannya demi perusahaan.
Memahami pemikiran kreatif terlebih dahulu sebelum menggambarkan kapasitas kreatif atau merangsang kreativitas.

2.4             Pemikiran Kreatif
Fungsi-fungsi tertentu dari 2 bagian otak:
1. OTAK KIRI:
a. Pemikiran Linear dan Vertikal
b. Bahasa,Logika,Simbol
c. Selangkah demi selangkah

2. OTAK KANAN:
a. Kaleidoskopis dan Lateral
b. Emosi,naluri,fungsi-fungsi spasial
c. Naluriah

Seorang Wirausahawan  yang Sukses menggunakan: OTAK KIRI untuk Menilai potensi dasar atas ide yang dihasilkan dan OTAK KANAN untuk Menghasilkan Produk, Jasa atau Ide Bisnis yang Inovatif.

2.5 Halangan Bagi Kreativitas
Sejumlah halangan bagi kreativitas antara lain:
a. Mencari satu jawaban yang “tepat”
b. Berfokus untuk “berpikir logis”
c. Mengikuti aturan secara membabi buta
d. Terus menerus bersikap praktis
e. Memandang Permainan adalah hal yang tidak berguna
f. Terlalu terspesialisasi
g. Menghindari ambiguitas
h. Takut terlihat tolol
i. Takut salah dan gagal
j. Percaya bahwa “saya tidak kreatif”

2.6      Cara Meningkatkan Kreativitas
a)   Masukkan kreativitas sebagai nilai inti perusahaan
b)   Merangkul keragaman
c)   Mengharapkan kreativitas
d)   Mengharapkan dan memberi ruang pada kegagalan
e)   Mendorong rasa ingin tahu
f)   Melakukan perubahan tata ruangan secara periodik
g)   Memandang masalah sebagai tantangan
h)   Memberikan pelatihan kreativitas
i)    Memberikan dukungan
j)    Mengembangkan prosedur untuk menangkap ide - ide
k)   Berbicara dengan pelanggan
l)    Mencari tahu kegunaan produk atau jasa perusahaan anda di pasar lainnya
m)  Memberikan penghargaan atas kreativitas
n)   Memberi contoh perilaku kreatif
o)   Meningkatkan kreativitas individual
p)   Beri kesempatan diri anda menjadi kreatif
q)   Beri pikiran anda masukan segar setiap hari
r)    Amati berbagai produk dan jasa perusahaan lainnya terutama yang berada dalam pasar yang benar – benar berbeda
s)   Sadari kekuatan kreatif dari kesalahan
t)    Bawalah selalu buku harian untuk mencatat pikiran dan ide anda
u)   Dengarkan orang lain
v)   Dengarkan apa kata pelanggan
w)  Berbicara dengan anak kecil
x)   Simpan kotak mainan di kantor anda
y)   Baca buku mengenai cara merangsang kreativitas atau mengambil kursus
z)   Luangkan waktu anda
2.7        Proses Kreatif
Langkah – langkah dalam proses kreatif :
a. Persiapan, meliputi pelatihan formal, pelatihan saat kerja, pengalaman bekerja, dan peluang belajar lainnya.
b. Investigasi, meliputi mengembangkan pemahaman yang kuat atas masalah, situasi, atau keputusan yang ada.
c. Tranformasi, memerlukan dua jenis pemikiran  KONVERGEN dan  DIVERGEN.
d. Inkubasi, merefleksi informasi yang dikumpulkan melalui alam bawah sadar. Inkubasi terjadi ketika seseorang sedang jauh dari masalah tersebut, kadang-kadang terlibat dalam aktivitas yang sama sekali tidak terkait dengan masalah itu
e. Iluminasi, terjadi selama fase inkubasi. Langkah iluminasi yang datang secara tiba-tiba sering kali menipu.
f. Verifikasi, Melakukan percobaan, Menjalankan simulasi, Menguji pemasaran produk atau jasa,  Menetapkan program pemandu dalam skala kecil, Membuat prototip.
g. Implementasi, Berfokus untuk mengubah ide menjadi kenyataan.
2.8      Teknik Meningkatkan Proses Kreatif
a. Curah gagasan
Proses dimana sekelompok kecil orang berinteraksi dengan struktur yang sangat sedikit, dengan tujuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan imajinatif sebanyak mungkin.
b. Pemetaan  pikiran
Teknik grafis yang mendorong pemikiran kedua sisi otak, secara visual memperagakan berbagai macam hubungan antar-ide, dan meningkatkan kemampuan untuk memandang masalah dari berbagai sisi.
c. Triz
Pendekatan sistematis yang didesain untuk membantu masalah teknis apa saja, dari mana pun sumbernya.
d. Rapid prototyping
Proses untuk menciptakan model ide yang memungkinkan wirausahawan menemukan kecacatan dari idenya dan membuat perbaikan dalam desainnya.
2.9       Kekayaan Intelektual: Melindungi ide anda
a) Hak Paten (patent): adalah pengakuan dari Patent and Trademark Office (Kantor Perdagangan dan Hak Paten –PTO) Amerika Serikat (untuk Indonesia dari Departemen Hukum dan Perundang-undangan) kepada penemu produk sehingga si penemu memiliki hak untuk membuat, menggunakan, atau menjual penemuan tersebut sendirian di dalam negeri ini selama 20 tahun sejak tanggal pengajuan aplikasi hak paten. Hak paten masa berlakunya habis setelah 20 tahun dan tidak dapat diperbaharui. Tetapi hak paten untuk desain hanya 14 tahun setelah tanggal hak paten tersebut diterbitkan.
Untuk menerima hak paten, penemu harus mengikuti tahapan berikut ini :
· Menentukan unsur kebaruan penemuan.
Penemuan tidak dapat dipatenkan jika diketahui atau telah digunakan di Amerika Serikat atau telah dipublikasikan dalam negeri ini atau di negara asing lainnya.
· Mendokumentasikan alat.
Untuk melindungi klaim hak paten, penemu harus bisa memverikasi tanggal pertama mereka mendapatkan ide untuk penemuan mereka.
· Menyelidiki Hak Paten yang telah ada.
Untuk memverifikasi bahwa penemuan tersebut benar-benar baru, tidak dikenal sebelumnya, dan berguna, penemu harus menjalankan penyelidikan hak paten yang telah ada mengenai produk-produk serupa.
· Mempelajari hasil penyelidikan.
Setelah penyelidikan hak paten selesai, penemu harus mendapatkan hasil-hasilnya untuk menentukan peluang mereka memperoleh hak paten.
· Mengajukan aplikasi hak paten.
Jika penemu memutuskan untuk mencari hak paten, harus mengajukan aplikasi yang berisi gambaran penemuan kepada PTO.
· Melaksanakan aplikasi hak paten.
Sebelum PTO mengeluarkan hak paten, salah seorang petugas pemeriksa mempelajari aplikasi hak tersebut untuk menentukan apakah penemuan itu memerlukan hak paten. Persetujuan ini biasanya butuh waktu satu setengah sampai dua tahun dari tanggal pengajuan.
b) Merek Dagang adalah kata, ungkapan, simbol, rancangan, nama,logo, slogan, atau hiasan dagang khusus yang digunakan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi keaslian produk atau untuk membedakannya dari barang-barang lain dipasaran.
Merek jasa adalah memberikan perlindungan yang sama dengan merek dagang, namun mengidentifikasi dan membedakan sumber suatu jasa, bukannya produk.
c) Hak cipta adalah hak ekslusif yang melindungi pencipta karya asli.
Contohnya : dalam bidang drama, musik,karya seni, dan kesusateraan.

2.10 Melindungi Hak Atas kekayaan Intelektual
· Mendapatkan perlindungan hak paten, merek dagang, dan hak cipta tidaklah berguna jika wirausahawan tidak mengambil tindakan untuk melindungi hak-hak tersebut di pasar.
· Senjata utama wirausahawan dalam melindungi hak paten, merek dagang dan hak ciptanya adalah sitem hukum.
· Tuntutan hukum selalu melibatkan biaya.


DISKUSI DAN PEMBAHASAN
1. Q : Apakah kreativitas dapat diajarkan?
A : Ya, kreativitas dapat diajarkan, dengan mengajarkan berbagai cara, teknik, dan perilaku yang bisa menghasilkan ide. Dengan mengajarkan orang lain berbagai cara melihat berbagai sudut pandang yang bisa menghasilkan ide dan kreativitas tinggal bagaimana mereka tidak hanya mau belajar, tetapi juga melakukannya.

2. Q : Dimana letak hubungan kreativitas dan inovasi?
A : Kreativitas adalah bagaimana menemukan dan mengembangkan ide baru ketika kita melihat sebuah peluang atau masalah di sekitar dan memikirkan cara baru untuk memecahkan permasalahan itu. Sedangkan inovasi adalah bentuk realisasi dari kreativitas, dimana inovasi adalah kemampuan menerapkan ide dan cara baru tadi sebagai sebuah solusi kreatif terhadap masalah dan peluang.

3. Q : Apa saja halangan saat mengajarkan orang lain cara berpikir kreatif?
A : Ada banyak orang yang tidak pernah diajari ataupun memiliki kemauan berpikir kreatif. Juga adanya lingkungan yang tidak mendukung berkembangnya kreativitas, dan juga orang yang kreatif hanya diawalnya saja, dan selanjutnya tidak mau lagi berpikir kreatif.

4. Q : Hal apakah yang menghalangi seseorang untuk berpikir kreatif?
A : Salah satu hambatannya adalah munculnya paradigma,yakni sebuah gagasan mengenai gambaran dunia, seperti apa dan bagaimana caranya beroperasi, atau dengan kata lain, keyakinan/kepercayaan bahwa dunia ini tidak dapat lagi dirubah dan tidak memerlukan inovasi, kreasi, dan perubahan. Hal ini menghambat seorang wirausaha,karena sudah termasuk mengikat dan menghalangi seseorang dalam melihat peluang. Selain itu juga ada sikap gengsi dan enggan akan perubahan dari masyarakat, yang bahkan bisa juga menerpa/menjangkiti seorang wirausahawan.

5. Q : Mengapa seseorang perlu menggunakan hak paten dan hak cipta atas kreativitas dan inovasinya?
A : Karena kreativitas dan inovasi merupakan sebuah kekayaan intelektual, yang menjadi hak kita sebagai pemiliknya untuk memperoleh hasil baik berupa penghargaan atau berupa harta benda atas keuntungan yang diperoleh dari penerapan kreativitas dan inovasi tersebut.


KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kewirausahaan adalah mengenai bagaimana menghasilkan ide (berpikir kreatif) dan menerapkannya dalam sebentuk inovasi. Kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam mengembangkan dan menemukan ide baru setiap melihat masalah dan peluang. Sedangkan inovasi adalah kemampuan menerapkan ide baru ini sebagai solusi kreatif dalam memecahkan masalah dan peluang.
Tanpa kreatifitas dan inovasi seorang wirausahawan tidak dapat menghasilkan sesuatu apapun yang dapat mengembangkan usahanya.
Maka dapat disimpulkan bahwa Kreativitas dan Inovasi merupakan inti dari kewirausahaan, tanpa inti ini seseorang tidak dapat disebut sebagai seorang wirausahawan dan tanpa mengembangkannya, maka kewirausahaan itu juga akan berhenti dan tidak dapat berlangsung lama



















BERJIWA WIRAUSAHA
Para wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang di butuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses.Para wirausaha adalah individu-individu yang berorientasi kepada tindakan, dan bermotivasi tinggi yang mengambil resiko dalam mengejar tujuannya.

Ciri-ciri dan sifat dari wirausaha :
1. Percaya diri: keyakinan, ketidak tergantungan, individualitas, optimisme.
2. Berorientasikan tugas dan hasil : kebutuhan akan prestasi berorientasi laba,
ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, dan
inisiatif.
3. Pengambil resiko : kemampuan mengambil resiko, suka pada tantangan.
4. Kepemimpinan : bertingkah laku sebagai pemimpin dapat bergaul dengan orang lain
menanggapi saran2 dan kritik.
5. Keorsinilan : inovatif dan kreatif fleksible, punya banyak sumber rerba bisa.
6. Berorientasi ke masa depan.

A. Falsafah Wirausaha
Keberhasilan sebagai wirausaha tergantung kepada kesediaan anda untuk bertanggung jawab atas pekerjaan anda sendiri. Kejarlah tujuan-tujuan yang berhubungan dengan kemampuan-kemampuan dan keterampilan anda. Jika anda secara jujur dan agresif mengejar tujuan-tujuan ini, anda akan dapat mencapai hasil-hasil yang positif.

B. Wirausah Sebagai Pribadi
Setiap orang adalah individu yang unik, semua orang mempunyai pengalaman masa lampu yang berbeda, hidup dalam situasi kehidupan yang berlainan, mempunyai ikatan dan tanggung jawab yang berlainan, dan mempunyai tujuan hidup yang berlainan.
Anda harus bersedia dari pengalaman dan berubah dari waktu kewaktu. Anda haruslah selalu sadar akan cara-cara baru,untuk meningkatkan produktifitas anda sendiri. Salah satu kunci utama bagi keberhasilan anda adalah keterlibatan anda dalam pertumbuhan pribadi secara terus menerus.

C.Menjadi Wirausaha Ditempat Kerja Anda
Berwirausaha adalah suatu gaya hidup dan prinsip-prinsip tertentu akan mempengaruhi karir anda. Bersifat lah fleksibel dan imaginatif, mampu merencanakan, mengambil resiko, mengambil keputusan-keputusan dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan. Anda haruslah bersedia berkerja dalam keadaan konflik, perubahan dan keragu-raguan. Anda harus menyusun prioritas dalam sasaran karir, dan hasil-hasil yang di inginkan harus berkaitan dengan tujuan-tujuan yang dapat diukur dan berarti.
Sebuah ciri wirausaha yang penting adalah bahwa anda menawarkan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Semakin besar kebutuhan orang akan produk atau jasa anda, semakin besar imbalan anda. Jika anda bekerja untuk meningkatkan tingkat hidup orang lain dan memperbaiki kehidupan mereka anda akan melayani kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Inilah maana menjadi seorang wirausaha.

D. Sikap Terhadap Karir
Para wirausah memimiliki kemampuan-kemampuan tertentu yang dapat di terapkan pada sejumlah karir yang luas.
Faktor-faktor dalam mengembangkan sikap-sikap kewirausahaan dalam karir anda adalah :
1. Pililah sebuah kari yang akan memberikan anda kemungkinan untuk mewujudkan diri
anda secara kreatif dan juga memungkinkan pertumbuhan pribadi dan profesi.
2. Jika anda memulai kari, tindakan-tindakan anda hendaknya mencontoh orang-orang
yang berhasil dalam bidang pekerjaan yang sama
3. Selalulah berusaha meningkatkan diri.
4. Karena semuanya selalu berubah, maka andapun haruslah berubah.
5. Anda harus berosientasikan tindakan.
6. Buatlah beberapa hal yang menjadi rutin agar anda mempunyai banyak waktu untuk
berwirausaha.
7. Jika anda terlibat secara pribadi, maka terimalah tanggung jawab untuk
mensukseskan sesuatu kegiatan
8. Anda harus mampu menggabungkan sifat-sifat pribadi dari pada individu yang bekerja
untuk anda dalam upaya mencapai hasil-hasil maksimum.
9. Mengambil keputusan merupakan ciri utama dari wira usaha yang berhasi.
10.Hiduplah pada masa sekarang dan janganlah memboroskan waktu dengan menyesali
kegagalan di masa lampau

E. Sifat Mental
Para wirausaha memiliki pandangan hidup yang sehat. Mereka merupakan individu-individu yang matang yang telah mengembangkan suatu cara menilai pengalaman-pengalaman secara sehat.
Sikap mental yang tepat terhadap pekerjaan sangatlah penting parawirausaha yang berhasil menikmati pekerjaan mereka dan berdedikasi total terhadap apa yang mereka lakukan. Sikap mental positif mereka mengubah pekerjaan mereka menjadi pekerjaan yang menggairahkan, menarik dan memberi kepuasan.

F. Pentingnya Sikap Positif
Sikap mental positif memudahkan anda unuk memfokus pada kegiatan-kegiatan dan kejadian-kejadian atas hasil-hasil yang ingin anda capai.
Faktor-faktor yang berguna bagi wirausaha dalam mengembangkan sikap mental yang positif :
1. Pusatkan perhatian anda
2. Pilihlah sasaran positif dalam pekerjaan anda.
3. Bergaulah dengan orang-orang yang berfikir dan bertindak secara wirausaha
4. Percaya diri anda dan bakat -bakat anda
5. Lingkungan anda akan mempengaruhi prestasi anda
6. Hilangkan beban dengan mengambil tindakan

G. Kebiasaan dan Sikap
Jika anda mengerti bahwa andalah yang bertanggung jawab atas tindakan-tindakan anda, seharusnya anda bersedia meninjau kembali kebiasaan-kebiasaan dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan masa depan.
Wirausaha sejati adalah orang yang selalu berubah dan berkembang. Mempunyai sikap-sikap yang positif dan citra diri yang sehat penting bagi semua wirausah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar